Site icon SITUSBERITA24

Gigi Palsu Solusi Bagi Yang Ompong

Gigi Palsu Solusi Bagi Yang Ompong

Gigi Palsu Solusi Bagi Yang Ompong

Gigi Palsu Kini Menjadi Solusi Tepat Bagi Mereka Yang Mengalami Kehilangan Gigi Atau Yang Biasa Di Sebut Dengan Kondisi “Ompong”. Kondisi ompong dapat terjadi karena berbagai alasan seperti kecelakaan, penyakit gigi atau proses penuaan. Nah kondisi ini akan membuat seseorang merasa tidak nyaman dan juga menghadapi berbagai kesulitan. Terutama dalam hal mengunyah makanan, berbicara dan bahkan tersenyum dengan percaya diri. Di sinilah Gigi Palsu menawarkan cara untuk mengembalikan fungsi gigi yang hilang. Tentunya juga memberikan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari dan meningkatkan penampilan.

Untuk jenisnya ada dua jenis utama yang umum di gunakan yaitu gigi palsu lepasan dan gigi palsu tetap. Model lepasan seperti namanya dapat di pasang dan di lepas sesuai kebutuhan dan cocok bagi mereka yang kehilangan beberapa gigi atau seluruh giginya. Sedangkan model tetap atau implan gigi di pasang secara permanen dengan menanamkan tiang logam ke dalam tulang rahang, kemudian di pasang gigi tiruan di atasnya. Jadi sekalipun lebih mahal dan memerlukan prosedur bedah juga memberikan kenyamanan lebih terutama bagi mereka yang ingin solusi permanen.

Kemudian penggunaan gigi palsu juga tidak hanya memperbaiki fungsi mengunyah dan berbicara tetapi juga memiliki manfaat estetika. Ini di rancang sedemikian rupa tentunya agar terlihat alami sehingga senyum penderita ompong kembali terlihat seperti semula. Apalagi penggunaannya juga sangat membantu menjaga struktur wajah tetap stabil, mencegah perubahan bentuk rahang yang sering terjadi ketika gigi hilang. Sehingga dengan adanya solusi ini membuat kualitas hidup seseorang dapat meningkat. Bahkan memungkinkan mereka untuk kembali menikmati makanan, berkomunikasi dan merasa lebih percaya diri.

Awal Mula Adanya Gigi Palsu

Lalu untuk Awal Mula Adanya Gigi Palsu dapat kita lihat kembali ke masa ketika manusia pertama kali mengalami keompongan. Metode gigi palsu ini pertama kali di temukan oleh peradaban Maya pada sekitar 2.000 tahun yang lalu. Mereka menggunakan bahan alami seperti gigi manusia yang sudah mati atau gigi hewan untuk menggantikan gigi yang hilang. Pada masa ini terbilang masih sangat primitif dan hanya berfungsi untuk menggantikan yang hilang tanpa memperhatikan kenyamanan atau penampilan.

Kemudian pada abad ke-18 mulai ada perkembangan yang dapat di katakan lebih signifikan. Contohnya di Eropa yang di mana para ahli medis mulai bereksperimen dengan berbagai bahan. Termasuk emas dan perak untuk menciptakan gigi palsu yang lebih fungsional dan estetik. Salah satu penemuan penting pada masa ini adalah pembuatannya yang lebih nyaman dan aman di gunakan. Lalu pada 1774, Pierre Fauchard, seorang dokter gigi asal Prancis berhasil menciptakan gigi palsu dengan menggunakan bahan dasar gigi gading dan logam. Penemuan ini mengarah pada terobosan dalam dunia kedokteran gigi, memperkenalkan teknologi yang lebih canggih dalam pembuatan gigi tiruan.

Lalu pada abad ke-20 mulai ada kemajuan teknologi dan bahan-bahan baru membawa yang perubahan besar dalam pembuatan gigi palsu. Di sinilah plastik dan akrilik mulai di gunakan yang memungkinkan pembuatannya yang lebih ringan, tahan lama dan lebih mudah di pasang. Selain itu penemuan metode implan gigi pada tahun 1950-an oleh Dr. Per-Ingvar Brånemark dari Swedia pun juga membuka jalan bagi yang lebih permanen dan fungsional. Sehingga seiring berjalannya waktu terus berkembang menjadi solusi yang lebih praktis, nyaman dan estetis bagi mereka yang membutuhkan.

Cara Perawatannya

Selanjutnya untuk masalah Cara Perawatannya juga sangat penting agar menjaga kebersihan dan fungsionalitasnya. Nah salah satu langkah utama dalam perawatannya adalah membersihkannya secara rutin. Setiap hari gigi ini harus di cuci dengan menggunakan sikat gigi khusus atau sikat gigi dengan bulu yang lembut. Lalu gunakan juga sabun ringan atau pasta gigi yang tidak abrasif untuk menghindari kerusakan pada permukaannya. Pastikan juga untuk jangan pernah menggunakan pasta gigi biasa yang mengandung bahan abrasif. Karena nantinya bahan inilah yang akan menggores permukaannya dan mengurangi ketahanannya.

Kemudian selain membersihkannya kamu juga perlu merendamnya dalam air atau cairan pembersih gigi palsu saat tidak di gunakan. Hal ini akan menjaganya tetap lembab dan mencegahnya mengering atau kehilangan bentuk. Jika di rendam dalam cairan pembersih khusus maka pastikan untuk mengikuti petunjuk penggunaan pada label produk untuk hasil terbaik. Jadi jangan biarkan gigi ini kering karena dapat menyebabkan perubahan bentuk yang dapat mengganggu kenyamanan saat di pakai.

Lalu langkah terakhir yang juga penting adalah memeriksakan gigi palsu secara berkala ke dokter gigi. Biasanya setiap enam bulan sekali harus mengunjungi dokter gigi untuk memastikannya masih dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan. Karena dokter gigi juga dapat menyesuaikannya jika ada perubahan bentuk rahang atau jika sudah tidak nyaman lagi di pakai. Sehingga dengan perawatan yang tepat maka akan mudah bertahan lama dan terus memberikan kenyamanan serta fungsi yang optimal.

Kekurangan Gigi Palsu

Nah pembahasan terakhir adalah mengenai apa saja sih Kekurangan Gigi Palsu sebelum memutuskan untuk menggunakannya. Nah meskipun merupakan solusi yang baik bagi banyak orang yang ompong tetap ada beberapa kekurangan yang perlu di perhatikan. Jadi salah satu kekurangannya adalah kenyamanan yang kurang optimal, terutama pada model lepasan. Gigi dengan model lepasan dapat terasa longgar atau tidak pas di mulut. Hal inilah yang dapat menyebabkan iritasi pada gusi atau bahkan rasa sakit jika tidak di pasang dengan benar.

Nah karena inilah pengguna model lepasan juga harus mengeluarkan dan memasang kembali gigi palsu setiap kali makan atau tidur. Dan tentunya hal ini jugalah yang nantinya bisa mengganggu kenyamanan sehari-hari. Apalagi penggunaan gigi ini juga dapat mengurangi sensitivitas dalam merasakan makanan atau minuman. Hal ini tentunya di sebabkan karena gigi jenis ini tidak memiliki yang namanya akar yang menyentuh tulang rahang. Lalu kekurangan lainnya dari penggunaan gigi jenis ini adalah perawatan yang cukup intensif. Seperti yang kita tahu gigi palsu harus di bersihkan secara teratur agar tidak menumpuk plak atau kuman. Karena pada dasarnya hal tersebutlah yang bisa menyebabkan masalah kesehatan mulut.

Kemudian gigi palsu juga perlu di rendam dan di periksa secara berkala untuk memastikan bentuk dan fungsinya tetap baik. Hal ini karena giginya juga rentan terhadap kerusakan jika tidak di rawat dengan hati-hati seperti patah atau retak jika terjatuh. Nah dalam beberapa kasus juga dapat menyebabkan masalah pada rahang atau menyebabkan perubahan pada struktur wajah seiring waktu. Apalagi jika waktu menggunakannya tidak di lakukan pemasangan dengan baik. Jadi dengan berbagai kekurangannya kita juga harus menyesuaikannya demi meminimalisir setiap kerusakan ketika penggunaannya. Sekianlah pembahasan ini semoga bermanfaat bagi yang ingin mengetahui mengenai tata cara, kekurangan dan juga sejarah Gigi Palsu.

Exit mobile version