Site icon SITUSBERITA24

YouTube Janji “Berangus” AI Slop Sepanjang 2026

YouTube

YouTube Janji “Berangus” AI Slop Sepanjang 2026

YouTube, Platform Berbagi Video Terbesar Di Dunia, Menghadapi Tantangan Baru Di Era Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Istilah AI slop — video hasil AI generatif berkualitas rendah yang di produksi secara masif — kini menjadi sorotan utama. Dalam surat tahunan kepada komunitas kreator dan pengguna, CEO YouTube Neal Mohan menegaskan bahwa memerangi AI slop akan menjadi prioritas utama sepanjang 2026. Seiring meningkatnya volume konten yang di hasilkan tanpa nilai kreatif atau substansi nyata.

AI slop sendiri merujuk pada konten video otomatis yang umumnya di buat dalam jumlah besar, sering berupa klip repetitive. Kemudian tidak orisinal, atau di buat semata untuk mendapatkan klik dan tontonan tanpa memberikan informasi bermutu. Banyak konten seperti ini muncul berkat kemajuan teknologi AI generatif, yang memungkinkan siapa saja membuat video hanya dengan sedikit usaha teknis. Biasanya melalui template atau perintah teks sederhana.

Dalam suratnya, Mohan menegaskan bahwa YouTube ingin memastikan bahwa AI tetap alat bantu bagi kreator, bukan pengganti kreativitas manusia.

Mengapa YouTube Menargetkan AI Slop?

Menurut Mohan, meningkatnya produksi AI slop tidak hanya mengubah pengalaman pengguna tetapi juga berpotensi menurunkan kualitas keseluruhan platform. Ketika semakin sulit bagi penonton untuk membedakan antara konten asli dan yang di hasilkan AI — khususnya deepfake atau rekayasa sintetik yang realistis — kepercayaan pengguna, kreator, dan periklanan bisa tergerus. YouTube berargumen bahwa platform tersebut harus tetap ruang berkualitas tinggi di tengah ledakan konten generatif.

YouTube bahkan mencatat bahwa lebih dari satu juta saluran menggunakan alat AI creation tools setiap hari pada Desember 2025, menunjukkan seberapa besar teknologi ini telah merasuk ke dalam produksi konten. Dalam kondisi seperti ini, AI slop menjadi semacam “polusi digital” yang mengisi recommendation feed tanpa kontribusi kreatif — sebuah fenomena yang menjadi makin umum di banyak media sosial dan platform berbagi video.

Strategi Hadapi AI Slop

YouTube tidak akan melarang penggunaan AI secara keseluruhan. Sebaliknya, strategi platform di rancang untuk memisahkan konten berkualitas tinggi yang di buat dengan AI dari konten yang hanya mengejar jumlah atau klik semata. Beberapa langkah yang di umumkan antara lain:

Pendekatan ini menggabungkan peningkatan moderasi otomatis serta peran kreator dalam melabeli konten mereka. Menciptakan kombinasi yang lebih kuat untuk menjinakkan konten generatif berkualitas rendah tanpa membatasi pengguna memanfaatkan AI untuk kreasi yang sah.

Tantangan dan Kritik

Meski janji YouTube ini mendapat dukungan dari banyak pihak, sejumlah pengguna dan pengamat teknologi menilai penanganan AI slop bukan pekerjaan mudah. Beberapa komunitas daring mengeluhkan bahwa konten AI slop sudah terlalu banyak memenuhi rekomendasi. Bahkan setelah pembaruan sistem pelabelan konten. Mereka menilai perlu ada fitur lebih lanjut misalnya opsi untuk pengguna “memfilter” video AI dari umpan mereka. Agar pengalaman penonton lebih bersih dari konten tak diinginkan.

Selain itu, keseimbangan antara memungkinkan inovasi AI dan mencegah produksi konten buruk menjadi tantangan tersendiri. YouTube juga terus mengembangkan fitur baru yang memanfaatkan kemampuan AI, seperti pembuatan video Shorts dengan versi AI likeness dari kreator. Yang menunjukkan bahwa platform tidak ingin mematikan teknologi, melainkan melokalisir penggunaannya supaya tetap kreatif dan etis.

Exit mobile version