Janice Tjen

Janice Tjen, Dari Jakarta Ke Puncak Tenis Dunia

Janice Tjen Adalah Salah Satu Atlet Tenis Paling Berbakat Yang Pernah Dimiliki Indonesia, Lahir Di Jakarta Pada 6 Mei 2002. Ia telah mencuri perhatian dunia tenis dengan prestasi luar biasa yang di raihnya di berbagai turnamen internasional. Dari langkah awal di turnamen junior hingga mencapai peringkat dunia yang tinggi, Janice telah menorehkan sejarah baru bagi tenis Indonesia.

Janice mengenal tenis sejak usia muda dan menunjukkan bakat besar di lapangan. Ia mulai serius mengejar karier profesional sejak 2018 dan memilih jalur pendidikan di luar negeri untuk meningkatkan kemampuan serta mentalnya. Janice Tjen menempuh pendidikan di University of Oregon sebelum akhirnya pindah ke Pepperdine University di Amerika Serikat, yang di kenal memiliki program tenis yang kuat. Di kampus tersebut, ia tidak hanya belajar akademik, tetapi juga mengasah keterampilan tenisnya di kompetisi tingkat universitas yang sangat kompetitif.

Selama di Pepperdine, Janice Tjen menunjukkan performa impresif di lapangan, termasuk berbagai penghargaan individu dan prestasi tim. Keputusannya menggabungkan pendidikan dan olahraga membuahkan hasil, karena pengalaman di level NCAA membuat mental juara serta gaya bermainnya semakin matang saat menapaki level profesional.

Langkah Besar Janice Tjen di Panggung Internasional

Tahun 2025 menjadi titik balik besar dalam karier Janice. Ia membuat sejarah ketika berhasil lolos ke babak utama Grand Slam di US Open 2025, menjadi petenis Indonesia pertama yang mencapai babak utama Grand Slam sejak tahun 2004. Di turnamen tersebut, Janice bahkan mencatat kemenangan bersejarah atas unggulan ke-24 dunia, Veronika Kudermetova, di babak pertama—sebuah prestasi yang belum pernah di capai pemain Indonesia dalam lebih dari dua dekade.

Meskipun langkahnya kemudian terhenti di babak kedua setelah kalah dari Emma Raducanu, pengalaman itu menjadi modal besar bagi Janice untuk terus mengukir prestasi di level tertinggi tenis dunia.

Gelar Profesional dan Peringkat Dunia

Prestasi Janice tidak berhenti di Grand Slam. Pada Chennai Open 2025, ia tampil luar biasa dengan menjuarai gelar WTA 250 tunggal pertama dalam kariernya, mengalahkan petenis Australia, Kimberly Birrell, di final. Gelar ini bukan hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga mengakhiri puasa gelar tenis putri Indonesia di WTA sejak 2002, saat Angelique Widjaja menjuarai turnamen internasional terakhir untuk Indonesia di level serupa.

Selain gelar tunggal, Janice juga sukses di nomor ganda. Bersama rekan senegaranya, Aldila Sutjiadi, ia meraih gelar ganda di turnamen yang sama, memperlihatkan kemampuan serbaguna yang di milikinya. Sepanjang musim 2025, Janice meraih beberapa gelar bergengsi, termasuk juara WTA 125 Jinan Open dan gelar ganda di Guangzhou Open. Serta mencapai final WTA 250 Sao Paulo Open.

Berkat rangkaian prestasi itu, Janice berhasil menembus peringkat 47 dunia untuk tunggal pada awal 2026. Sekaligus menjadi pemain tunggal putri peringkat tertinggi Indonesia saat ini. Di ganda, ia juga mencapai posisi ranking tertinggi di sekitar No. 67 dunia, menandakan konsistensinya di berbagai nomor pertandingan.

Gaya Bermain dan Karakter Atlet

Gaya bermain Janice di kenal dinamis dengan kombinasi teknik yang baik dan taktik lapangan yang matang. Ia menggunakan backhand dua tangan serta permainan yang agresif namun terkontrol, membuatnya mampu menghadapi lawan dengan berbagai gaya permainan. Mental bertandingnya yang kuat juga sering menjadi pembeda di pertandingan ketat melawan lawan yang lebih berpengalaman.

Selain prestasi di lapangan, Janice juga menjadi inspirasi bagi banyak atlet muda Indonesia. Keberhasilannya menunjukkan bahwa melalui kombinasi pendidikan, kerja keras, dan pengalaman internasional, atlet Indonesia dapat bersaing dan meraih sukses di panggung global.

Dampak bagi Tenis Indonesia

Keberhasilan Janice Tjen menjadi loncatan penting bagi tenis Indonesia, yang selama ini kurang mendapatkan sorotan besar di kancah dunia. Prestasi Janice tidak hanya meningkatkan profil dirinya, tetapi juga membuka peluang bagi regenerasi bakat muda di olahraga ini. Banyak anak muda kini melihat tenis sebagai jalur karier yang realistis berkat jejak yang dibuat Janice Tjen.