QRIS

QRIS Tap Belum Bisa Di Pakai di iPhone? Ini Penjelasannya

QRIS Tap Pengembangan Dari Sistem Pembayaran QRIS Yang Sudah Di Gunakan Luas Di Berbagai Merchant Dan Layanan Publik Di Seluruh Indonesia. Berbeda dengan QRIS konvensional yang mengharuskan pengguna membuka aplikasi dan memindai kode QR, QRIS Tap menggunakan teknologi Near Field Communication (NFC). Dengan NFC, pengguna cukup mendekatkan ponsel yang mendukung teknologi tersebut ke terminal pembayaran yang kompatibel untuk menyelesaikan transaksi secara nirsentuh.

Fitur ini dirancang untuk mempercepat dan mempermudah proses pembayaran, terutama di lokasi dengan aktivitas tinggi seperti transportasi umum, tempat makan, dan pusat perbelanjaan. Sejak diluncurkan oleh BI pada tahun 2025, QRIS Tap terus mengalami peningkatan penggunaan. Baik dari sisi jumlah transaksi maupun merchant yang mengadopsinya.

Kenapa iPhone Belum Bisa Mendukung QRIS Tap?

Bank Indonesia secara terang-terangan menyatakan bahwa kendala utama bukan terletak pada sistem pembayaran QRIS Tap itu sendiri, tetapi pada kebijakan teknis dari Apple selaku pemilik perangkat iPhone. Menurut Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, hingga kini Apple belum membuka akses penuh terhadap fitur NFC bagi pengembang pihak ketiga di iPhone. Fitur NFC di iPhone saat ini masih eksklusif untuk layanan internal Apple, seperti Apple Pay. Sehingga aplikasi pembayaran lain, termasuk QRIS Tap, tidak dapat memanfaatkan fungsi NFC secara full.

Sederhananya, meskipun perangkat iPhone sebenarnya memiliki chip NFC seperti halnya banyak smartphone Android. Apple membatasi penggunaannya untuk sistem mereka sendiri saja. Dengan pembatasan ini, aplikasi pihak ketiga tidak dapat membuat fitur pembayaran “tap-to-pay” berbasis NFC seperti yang tersedia di Android.

Upaya Bank Indonesia dan Harapan ke Depan

Meski demikian, BI tidak tinggal diam. Bank Indonesia menyatakan bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dengan perwakilan Apple di Indonesia maupun dengan pihak pusat Apple di headquarters mereka. Tujuannya adalah untuk membahas kemungkinan pembukaan akses NFC untuk QRIS Tap di perangkat iPhone. Serupa dengan kebijakan yang kini sudah berjalan di beberapa wilayah seperti Uni Eropa. Di mana Apple diwajibkan membuka akses bagi pihak ketiga oleh regulasi setempat.

Namun, sejauh ini belum ada kepastian kapan fitur tersebut akan tersedia di iPhone di Indonesia. BI terus berupaya memperluas interoperabilitas sistem pembayaran digital nasional. Namun keputusan akhir tetap berada di tangan Apple sebagai pembuat perangkat dan pengendali kebijakan teknisnya.

Dampak untuk Pengguna iPhone di Indonesia

Bagi pengguna iPhone di Indonesia, ketidaktersediaan QRISTap berarti mereka belum bisa menikmati kemudahan transaksi tanpa sentuhan yang lebih cepat dan praktis. Seperti yang bisa di lakukan pengguna Android. Meski demikian, QRIS versi pemindaian QR kode tradisional tetap bisa di gunakan seperti biasa di aplikasi perbankan atau dompet digital pada iPhone.

Perbedaan ini terutama terasa di tempat-tempat yang sudah mendukung QRIS Tap. Di mana proses transaksi menjadi lebih efisien karena tidak lagi mengandalkan kamera atau pemindaian manual. Namun pengguna iPhone masih harus membuka aplikasi dan memindai kode QR seperti metode lama bila ingin melakukan pembayaran digital.

Adopsi QRIS Tap di Indonesia menunjukkan perkembangan pesat dalam transformasi sistem pembayaran digital nasional. Tetapi tantangan teknis dari ekosistem perangkat tetap menjadi hambatan. Hingga Apple membuka akses NFC bagi aplikasi pihak ketiga secara global atau khusus untuk pasar Indonesia. Pengguna iPhone kemungkinan masih harus menunggu sebelum bisa menggunakan QRIS Tap secara penuh.

Namun, Bank Indonesia terus berupaya mencari solusi dan berdialog dengan Apple untuk menjembatani kebutuhan teknologi lokal dengan kebijakan global perusahaan tersebut. Bagi pengguna iPhone, bersabar sambil tetap dapat memakai metode QRIS scan adalah pilihan terbaik saat ini.